Cirebon trip

Dengan tujuan utama menghadiri pernikahan salah seorang temen kantor, akhirnya kami bersama-sama teman-teman kantor mengunjungi Cirebon dengan menggunakan kereta api Cirek yang paling pagi, agar punya cukup waktu untuk melihat-lihat Cirebon sebelum kami harus kembali ke Jakarta dengan kereta Cirek sore harinya.

Melakukan booking tiket online di www.kereta-api.co.id , kami mendapatkan tiket keberangkatan Cirek bisnis jam 06.05  dan kembali ke jakarta dengan tiket Cirek Eksekutif jam 15.15 pada hari yang sama.

Berikut liputannya….

Right here waiting…
Suasana ruang tunggu stasiun Gambir di pagi hari

Boarding…
Kereta Cirek sudah menunggu

Morning view from the window
tampak sang mentari muncul dari balik gedung di kejauhan

Enjoying the trip

Enjoying the trip

ticket please…
pemeriksaan tiket penumpang

…’melongok’ sejenak keluar

Arrival…
Cirebon…kami dataaang…!!

Setelah tiba di Cirebon, kami bergegas langsung menuju tempat parkir dimana salah satu teman kami yang lain sudah menunggu menjemput untuk langsung menuju lokasi tujuan utama, yakni pernikahan kolega kantor.

At-Taqwa mosque
Mesjid Agung Cirebon

Masjid At-taqwa sebagai masjid Agung di Cirebon, disinilah lokasi tempat akad nikah teman kami yang kemudian dilanjutkan dengan resepsi pernikahan di gedung Islamic Centre kota Cirebon yang berlokasi di sebelah barat masjid ini.

Selesai mengucapkan selamat kepada mempelai, kami segera minta waktu untuk melanjutkan acara lain dalam kunjungan bersama ke Cirebon ini…tujuan pertama “Empal Gentong”.

Kami bergegas langsung menuju lokasi Empal Gentong mang Darma yang terletak di dekat pertigaan Krucuk, sekitar 1km ke arah barat dari lokasi pernikahan ini.

Tidak sulit untuk mencapai lokasi tujuan karena kebetulan penulis adalah ‘orang lokal’ Cirebon :).

“Empal Gentong…” Preparation
sibuk mempersiapkan pesanan untuk pembeli

Addicted
Dipastikan akan ketagihan setelah mencoba kuliner khas Cirebon yang satu ini

Nampak jelas tergambar wajah teman-teman yang sangat puas setelah merasakan Empal Gentong ini apalagi dengan ditemani kerupuk lambak/rambak (kerupuk terbuat dari kulit kerbau) yang renyah dan tidak membuat tenggorokan ‘seret’. Bahkan beberapa teman malah “mengancam” untuk membeli lagi Empal gentong (dibungkus) saat menjelang pulang untuk di bawa ke jakarta…

Puas dengan Empal gentong kami melanjutkan untuk mengunjungi Keraton Kasepuhan, Sebuah keraton yg  berkaiatan erat dengan asal usul berdirinya Cirebon…yang laporannya akan ditulis pada postingan selanjutnya…

Advertisements

, , , , , ,

  1. #1 by Sukirno Maskur on September 13, 2012 - 9:28 pm

    liputan yang menarik dan mengingatkan kembali tanah kelahiran….hehehe
    ditunggu liputan berikut nya. thx.

    • #2 by imamtho on September 14, 2012 - 9:58 am

      siip…hayu pak kabarin kalau mudik, biar kita bisa hunting bareng di kampung kelahiran…siiiip…next posting mengulas sedikit tentang keraton kesepuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: